Untitled . . . .
Silahkan kau buka pintumu untuk siapapun yang engkau mau
Tapi , Jangan kau tutup pintumu sebelum aku datang
========================================================

Aku sama sekali tidak takut dengan kematian
Aku hanya takut dengan penyesalan
Allah SWT berfirman, ”Dan pada sebagian malam hari bershalat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Israa’: 79). Firman Allah ini merupakan salah satu dasar disyariatkannya shalat Tahajud. Dengan begitu, shalat Tahajud sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, shalat Tahajud menduduki posisi kedua setelah shalat wajib. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Shalat yang manakah yang paling utama setelah shalat wajib?” Rasulullah SAW menjawab, ”Shalat Tahajud!” (HR Muslim).
Tahajud sendiri artinya bangun dari tidur. Dengan demikian, shalat Tahajud adalah shalat yang dikerjakan di malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu, walaupun tidurnya hanya sebentar. Shalat Tahajud yang dilakukan di tengah malam, di mana kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya dan berbagai aktivitas hidup berhenti, serta suasana begitu hening, sunyi, dan tenang, sangat menunjang konsentrasi seseorang yang akan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Di samping kondisi eksternal ini, juga terdapat kondisi internal, yaitu sebuah ketenangan yang dirasakan oleh psikis atau batin manusia yang melakukan shalat Tahajud.
Ketenangan dan ketenteraman yang diperoleh oleh seseorang yang melakukan shalat Tahajud memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Sebab, dalam shalat Tahajud terdapat dimensi dzikrullah (mengingat Allah). Ini sebagaimana firman Allah SWT, ”(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d: 28). Sehingga, dalam hal ini terdapat rumusan hukum imbasan atau sebab akibat (kausalitas). Yakni, bila kita ingin mendapatkan rasa tenang dan tenteram, maka berdekat-dekatlah kepada Dia Yang Mahatenang dan Mahatenteram, agar sifat-sifat itu mengimbas kepada kita.
Dengan demikian, shalat Tahajud yang dikerjakan dengan ikhlas akan mampu mengurangi beban kejiwaan yang sedang menyelimuti seseorang. Allah SWT berfirman, ”Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari.” (Al-Muzammil: 1-2). Kata berselimut dalam ayat di atas secara kontekstual dapat diartikan dengan orang yang sedang dirundung masalah: Kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran, atau ketakutan karena menghadapi berbagai kemungkinan yang menimpanya. Sebab, ayat tadi turun setelah Rasulullah SAW mulai mendapatkan olok-olok dan ancaman dari kaum Quraisy.
Shalat Tahajud merupakan kebutuhan dalam menghadapi problem kehidupan. Rasulullah SAW bersabda, ”Kalian harus mengerjakan shalat malam, sebab itu kebiasaan orang-orang saleh sebelummu, jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, penebus dosa dan kejelekan, serta penangkal penyakit dari badan.” (HR Tirmidzi). Wallahu a’lam bish-shawab.


Ampuni kami ya Allah . . . .
Ampuni kami . . . .
Sunawar Kunaifi
10401012
Dept. Geofisika dan Meteorologi, ITB
Plotting Episenter

Plotting episenter gempa pada peta bertujuan untuk melihat penyebaran dari tiap gempa bumi yang terjadi. Selanjutnya kita tentukan daerah yang meng cluster yaitu daerah dengan gempa-gempa yang menggerombol. Dengan menggunakan matlab, dapat terlihat data-data gempa yang terjadi di daerah Sumatera dari tanggal 26 Desember 2004 sampai dengan tanggal 21 Mei 2005
Setelah kita mengetahui daerah-daerah gempa yang mengerombol maka langkah selanjutnya adalah menentukan daerah yang akan kita ambil, dalam hal ini saya mengambil daerah Nias. Tepatnya pada posisi 1.3 LU dan 97.5 BB. Dengan mengambil radius sekitar 150 km dari titik acuan, dan mengambil besar magnitude 5 ± 0.3 Skala Richter.
Kurva Probabilitas

Dari Gambar kurva distribusi dengan berbagai macam pendekatan hari yaitu dari 1 hari sampai 4,5 hari memperlihatkan kecocokan yang berbeda. Untuk 1 hari, antara kurva dengan datanya sangat jauh berbeda begitu juga dengan 4 hari. Sedangkan untuk 2,5 hari kurva masing-masing distribusi nampak lebih cocok dengan data lapangannya. Untuk mengetahui hari berapakan yang paling fit dengan data dan kurva manakah yang yang memiliki missfit terkecil, maka dapat di hitung kesalahan antara kurva dengan datanya, dengan cara mem plot missfit tersebut.
Perhitungan Missfit

Perhitungan kesalahan atau Missfit ini bertujuan untuk kurva distribusi yang paling bail untuk mendekati data, dengan kurva distribusi yang paling baik tersebut yang akan dipakai untuk menganalisa hasil. Missfit dicari dengan cara mengurangkan antara nilai kurva data dengan nilai kurva masing-masing distribusi.
Analisa

Kurva Distribusi Gamma diatas memperlihatkan kelakuan dari gempa susulan yang terjadi di daerah Nias dengan Magnitude 5±0.3 skala Richter. Kurva tersebut memperlihatkan tingkat kemungkinan terjadinya gempa susulan(Aftersock) yang terjadi di daerah Nias dengan Magnitude 5±0.3 skala Richter, gempa tersebut rata-rata memiliki perioda sampai dengan 2.8 hari, artinya apabila saat ini terjadi gempa dengan Magnitude 5±0.3 skala Richter maka besok pada jam yang sama kemungkinan terjadinya gempa dengan Magnitude yang sama adalah sekitar 70 persen, dan 2.8 hari kedepan kemungkinannya meningkat menjadi sekitar 95 persen atau hampir dapat dipastikan akan terjadi gempa susulan dengan Magnitude yang sama.
Kesimpulan
a) Episenter Gempa Susulan (Aftersock) tidak akan jauh dari episenter gempa utamanya, seperti terlihat pada Gambar. 1 terlihat bahwa posisi gempa mengkluster tidak jauh dari posisi gempa utamanya.
b) Dalam kasus ini Pendekatan dengan distribusi Gamma lebih baik dibandingkan dengan distribusi yang lainya, karena memiliki Missfit yang terkecil.
c) Periode ulang dari gempa susulan yang terjadi di daerah Nias dengan Magnitude 5±0.3 Skala Richter adalah sekitar 2.8 hari, artinya setelah terjadi gempa maka sekitar 2.8 hari lagi kemungkinan terjadinya gempa dengan skala yang sama adalah sekitar 95 persen.

Sekali lagi Tentara USA melakukan perbuatan terkutuknya ! ! !
Salah seorang tentaranya menginjak ALQURAN untuk menginterogasi tahanan Muslim di Guantanamo ……!
Berita lainnya adalah Tentara Amerika mengencingi dan Memasukkan ALQURAN kedalam Toilet ….. Benar-benar Terkutuk ! ! !
TIDAK ADA ALASAN SEDIKITPUN UNTUK BANGGA TERHADAP AMERIKA
Sunawar Kunaifi
10401012
Dept. Geophysics and Meteorology, ITB
Abstract
AVOImpedance is one of seismic atribut which combine between Acoustic Impedance (AI) and Elastic Impedance (EI), the formula of AVOImpedance is, AVOI = (AI*a+b)-EI, where a is slope of trend regression from plot between AI vs EI, and b is intercept regression. The principle of AVOImpedance is EI from linierization minus EI from Zoepritz calculation. So we get the anomaly only. Applying AVOImpedance to seismic data has purpose to discrimination between lithology zone and fluid zone better than before. After we can discriminate between lithology and fluid in seismic data, we can put our borehole in the right place, so we will not find the dry hole which make loss.


Untungnya lagi gada Polisi yang ngeliat
padahal cuman bjarak 100 meteran
Alhamdulillah . . . .
Untungnya lagi, sang lawan menyadari kesalahanya
jadi nggak perlu ‘perang’
Cuman nanya Gimana, OK ? ya udah salaman …. trus kabur
Hhhhmmmmmmmmm…..
Thanxs God . . . !
Lumayan buat ngerasain deketnya KEMATIAN !
Udah itu nyari tempat maen Futsal pake nyasar-nyasar
tapi akhirnya ketemu juga
Selesai maen Futsal jam 20.00
trus pulang…
dan aku ga mau nyetir lagi !!
ha ha ha . . . . ceritanya trauma !
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++