Thursday, August 4, 2005

Istiqomah ??

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Berlaku moderatlah dan beristiqamah, ketahuilah sesungguhnya tidak ada seorang pun dari kalian yang selamat dengan amalnya. Mereka bertanya, “Dan juga kamu Ya … Rasulullah, Beliau bersabda, “Dan juga aku (tidak selamat juga) hanya saja Allah swt telah meliputiku dengan rahmat dan anugerah-Nya.” (H.R. Muslim dari Abu Hurairah)

 

 


“Aku berkata, “Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku satu perkataan dalam Islam yang aku tidak akan bertanya kepada seorang pun selain engkau. Beliau bersabda, “Katakanlah, “Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah (jangan menyimpang).” (HR Muslim dari Sufyan bin Abdullah)

(Taken From http://www.pk-sejahtera.org)

Posted by sunawar at 16:44:45 | Permalink | No Comments »

Sunday, July 31, 2005

Manusia yang Sok Tau

 

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui. (QS Albaqarah:216)

Posted by sunawar at 17:00:05 | Permalink | No Comments »

Tuesday, July 19, 2005

Malu

Hamba-Ku telah memperlakukan Aku dengan tidak adil. Ia berdoa kepada-Ku dan Aku merasa malu jika tidak mengabulkan doanya, tapi ia terus bermaksiat kepada-Ku tanpa merasa malu kepada-Ku,” firman Allah SWT dalam Hadits Qudsi.

Taken from http://www.republika.co.id

Posted by sunawar at 02:42:14 | Permalink | No Comments »

Wednesday, June 22, 2005

Open Your Heart

Tahajud Penenang Hati


Oleh : Muhammad Bajuri



Allah SWT berfirman, ”Dan pada sebagian malam hari bershalat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Israa’: 79). Firman Allah ini merupakan salah satu dasar disyariatkannya shalat Tahajud. Dengan begitu, shalat Tahajud sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, shalat Tahajud menduduki posisi kedua setelah shalat wajib. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Shalat yang manakah yang paling utama setelah shalat wajib?” Rasulullah SAW menjawab, ”Shalat Tahajud!” (HR Muslim).



Tahajud sendiri artinya bangun dari tidur. Dengan demikian, shalat Tahajud adalah shalat yang dikerjakan di malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu, walaupun tidurnya hanya sebentar. Shalat Tahajud yang dilakukan di tengah malam, di mana kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya dan berbagai aktivitas hidup berhenti, serta suasana begitu hening, sunyi, dan tenang, sangat menunjang konsentrasi seseorang yang akan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Di samping kondisi eksternal ini, juga terdapat kondisi internal, yaitu sebuah ketenangan yang dirasakan oleh psikis atau batin manusia yang melakukan shalat Tahajud.



Ketenangan dan ketenteraman yang diperoleh oleh seseorang yang melakukan shalat Tahajud memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Sebab, dalam shalat Tahajud terdapat dimensi dzikrullah (mengingat Allah). Ini sebagaimana firman Allah SWT, ”(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d: 28). Sehingga, dalam hal ini terdapat rumusan hukum imbasan atau sebab akibat (kausalitas). Yakni, bila kita ingin mendapatkan rasa tenang dan tenteram, maka berdekat-dekatlah kepada Dia Yang Mahatenang dan Mahatenteram, agar sifat-sifat itu mengimbas kepada kita.



Dengan demikian, shalat Tahajud yang dikerjakan dengan ikhlas akan mampu mengurangi beban kejiwaan yang sedang menyelimuti seseorang. Allah SWT berfirman, ”Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari.” (Al-Muzammil: 1-2). Kata berselimut dalam ayat di atas secara kontekstual dapat diartikan dengan orang yang sedang dirundung masalah: Kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran, atau ketakutan karena menghadapi berbagai kemungkinan yang menimpanya. Sebab, ayat tadi turun setelah Rasulullah SAW mulai mendapatkan olok-olok dan ancaman dari kaum Quraisy.



Shalat Tahajud merupakan kebutuhan dalam menghadapi problem kehidupan. Rasulullah SAW bersabda, ”Kalian harus mengerjakan shalat malam, sebab itu kebiasaan orang-orang saleh sebelummu, jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, penebus dosa dan kejelekan, serta penangkal penyakit dari badan.” (HR Tirmidzi). Wallahu a’lam bish-shawab.

Posted by sunawar at 17:00:23 | Permalink | Comments (2)

Friday, June 17, 2005

Khutbah Minggu Ini

ADA APA DIHATIMU
Suatu ketika datang kepada Rasulullah seorang wanita yang melakukan zina

Wanita: “Ya Rasul, hukumlah aku dengan hukuman Rajam sehingga aku terbebas dari Adzab

Allah kelak diakherat”

Rasul: “Apa yang telah engkau lakukan sehingga engkau meminta hukman Rajam ?”

Wanita: “Sesungguhnya aku telah melakukan zina ya Rasul”

Rasul: “Apakah ada saksi yang membenarkan perbuatanmu ?”

Wanita: “Bayi yang ada di kandunganku inilah buktinya”

Rasul: “Kalau begitu hukuman akan dilaksanakan setelah bayi itu lahir”



kemudia wanita itu pulang dan setelah bayi itu lahir wanita itu datang kembali kepada

Rasulullah,

Wanita: “Ya rasul, bayi yang ada di kandunganku telah lahir, maka aku meminta hukuman rajam itu dilaksanakan sekarang”

Rasul: “kembalilah jika bayi itu telah berumur dua tahun, susuilah bayimu itu dulu”



Kemudian wanita itu kembali pulang dan memelihara anaknya, kemudian setelah bayinya sudah tidak menyusu lagi, dia kembali kepada Rasulullah

Wanita: “Ya Rasul, sesungguhnya anakku telah tidak menusu lagi kepadaku, dia sudah bisa makan selain dari susuku, maka laksanakan hukuman rajam kepadaku”



Kemudia Rasulullah melaksanakan hukuman rajam kepada wanita itu, ketika lemparan batu mengenai wanita itu dan memercikkan darah sehingga mengenai seorang sahabat, kemudian

sahabat itu berkata “Dasar Wanita Pezina !”, rasulullah mendengarnya dan menegur sahabat itu “Sesungguhnya taubatnya orang satu mekkah ini, belum tentu bisa menyamai taubatnya wanita ini”



Mungkin orang yang kita anggap buruk perbuatanya dari kita jauh lebih berhak masuk surga dibandingkan kita. Kita tidak tau apa yang ada di dala hati setiap orang.
Posted by sunawar at 15:01:51 | Permalink | No Comments »

Thursday, June 2, 2005

Perempuan

Cak Nun Bertutur


tak ada perempuan yang
bercita2 jd pelacur, dan Tuhan tak pernah goblok saudari2ku jgn prnh percaya pd ungkapan2 lelaki, pada janji2 resmi,pada buku2 ilmiah pengajian dan pidato2

ini bukan soal moral atau dosa,bukan soal lulus masuk sorga atau tergelincir masuk neraka ini soal sistem yang merampok, policy yang menjebak dan struktur yang merampas kemungkinan kalian ini soal kekuatan dan kewenangan yang terkonsentrasi, monopoli para elit, yang menyedot masa depan kalian soal pertumbuhan yang timpang, soal nafsu yang dangkal, kemanusiaan yang deras di pompakan saudari2ku kalian tak akan pernah mengerti hal ini sebab secara ekonomi kalian tak diberi hak untuk pendidikan tapi sumbangan kalian terhadap kenaikan GNP sangat besar

Saudari2ku kalian tidaklah melacurkan diri kalian hanya setia kepada keadaan yang tidak memberi kalian pilhan2 kebijaksanaan demi kebijaksanaan telah memperbesar jumlah kalian dan para bapak diam2 berlomba menjadi germo kalian, namun sejarah hampir tak pernah ,mencatat kalian secara seksama,
(Em Ha) ……..

Posted by sunawar at 22:31:40 | Permalink | No Comments »