Tuesday, June 20, 2006
Thursday, June 2, 2005
Madura
jembatan penghubung antara madura dengan jawa sudah dipersiapkan oleh Pemda Jawa timur, tetapi justru tokoh masyarakat dari madura yang bernama D. Zawawi Imron meminta pemerintah untuk menunda pembangunan jembatan tersebut, “Bukan saya anti dengan pembangunan,” kata Zawawi , tetapi Industrialisasi perlu di barengi dengan kesiapan sosial.
katanya ” masalahnya saya khawatir kalau jembatan itu akan menjadi WC terpanjang se asia tenggara bahkan terpanjang di Dunia”, “kawan-kawan saya madura nanti tiap pagi berjajar sepanjang tepian jembatan untuk buang air besar”, tambahnya jadi sekarang yang perlu dibangun itu sekarang adalah teknologi WC…….!
METAMORFOSIS

Kupu-kupu :::
pernahkah kau tahu :::
bentuk dari dirimu :::
sebelum kau miliki :::
sayap indahmu saat ini? :::
dahulu :::
kau begitu gemuk :::
berbulu halus :::
tak seorangpun ingin menyentuhmu :::
metamorfosis :::
kau rubah badanmu :::
menjadi bentuk yang begitu indah :::
sehingga :::
siapapun ingin menyentuhmu :::
ingin sekali kutanyakan padamu :::
pernahkah :::
kau merasa malu :::
dengan tubuhmu yang dulu? :::
Tahukah Anda
Makna cinta telah mengalami penyempitan makna, cinta telah diartikan sempit menjadi, soal lelaki dan perempuan yang tanpa kandungan apapun, kecuali kelelakian dn keperempuanan, padahal orang bercinta memakai hati, dan hati itu tidak berjenis kelamin, padahal orang bercinta itu memakai akal, dan akal tidak lelaki dan tidak perempuan.
Padahal cinta berperan dalam jatuhnya tetes embun, terbitnya matahari, menangisnya seorang bayi,jatuhnya seorang diktator, dan juga terbunuhnya seorang isteri, tapi cinta telah dipersempit menjadi hanya, hubungan kelaki2an dan keperempuanan saja, sehingga yang menjadi fokus adalah pendidikan seks, dan itupun dipersempit lagi, fungsi eksplisitpendisikan seks adalah bagaimana melangsungkan, hubungan seksual tetapi tidak hamil.
(MH) ………!
Serenada Hijau
Kupacu kudaku Kupacu kudaku menujumu
Bila bulan
Menegur salam
dan syahdu malam
bergantung di dahan-dahan
menyusuri kali kenangan
yang berkata tentang rindu
dan terdengar keluhan
dari batu yang teredam
kupacu kudaku
kupacu kudaku menujumu
dan kubayangkan
sedang kutunggu daku sambil kaujalin
rambutmu yang panjang
Plonco Ala Gusdur
Namanya tempat kos, jadi kamar, dapur dan ruang belajar ya disitu-situ juga, maka Gus Syukri (yang kelak menjadi Kiai besar Rembang) ini melihat semua yang dilakukan oleh tuan rumahnya. ketika Gusdur menyiapkan air panas maka Gus Mus menyiapkan cangkir untuk air minumnya sambil bertanya kepada Gusdur : “Dimana Lap nya tadi ?” Gusdur berjalan kesisi lemari mengambil “Lap” yang ternyata adalah Celana Dalam, memberikanya kepada Gus Mus yang selanjutnya digunakan untuk mengelap cangkir Gus Syukri sambil tetap ngobrol dengan Gus Syukri.
Merah padamlah wajah calon kiai Gontor ini sekaligus pucat pasi. ketika teh sudah disuguhkan mau tak mau Ia meminumnya, meskipun perasaan dan lidahnya bercampur aduk. setelah sekian lama setelah kembali ke Indonesia mereka tertawa ‘cekakakan’, bayangkan “Cangkir untuk kiai Rembang yang mungkin masih keturunan dari sunan kudus di lap dengan Celana dalam yang entah punya siapa”


