About My Thesis
Pemisahan Litologi dan Fluida Menggunakan Atribut Gradient Impedance pada Data Seismik 3D
Abstrak
Atribut hasil inversi seismik, seperti Acoustic Impedance (AI) selama ini sering digunakan untuk membantu membedakan litologi dan kandungan fluida. Namun demikian, pada lingkungan deltaic dengan litologi dominan berupa sand, shale dan coal sering dijumpai beberapa kasus dimana sand dan coal memiliki nilai impedansi yang hampir sama. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara untuk menyikapi permasalahan ini.
Crossplot antara Acoustic Impedance (AI) dan Gradient Impedance (GI) memiliki pola sebaran yang dapat digunakan untuk membantu memisahkan lithologi (shale, sand dan coal) serta membedakan antara wet-sand dan gas-sand. GI adalah Extended Elastic Impedance (EEI) pada sudut 900, sedangkan AI adalah EEI pada sudut 00. Berdasarkan pola sebaran yang teramati, dapat ditarik suatu kelurusan (linear trend) yang menghubungkan antara zona gas-sand dengan wet-sand. Kelurusan tersebut membentuk sudut tertentu terhadap sumbu AI, sehingga dapat digunakan untuk membentuk EEI yang sensitif terhadap kandungan fluida pori (disebut sebagai EEI fluida). Sedangkan linear trend yang dibentuk tegak lurus terhadap trend fluida digunakan untuk membentuk EEI yang sensitif terhadap perbedaan litologi (disebut sebagai EEI litologi).
EEI Litologi menunjukkan pemisahan litologi yang baik karena sand berada pada impedansi rendah diikuti shale dan coal pada impedansi tinggi. EEI Fluida menghasilkan coal pada impedansi rendah sedangkan sand dan shale berada pada impedansi yang relatif sama sehingga cukup sulit untuk memisahkannya. Supaya sand dan shale dapat terpisah maka dibuat EEI hasil peregresian antara shale dengan coal menggunakan regresi non linier dengan tujuan membuat sand sebagai anomalinya. EEI Anomaly, yang merupakan hasil pengurangan EEI Fluida dengan EEI regresi, menghasilkan impedansi tinggi untuk sand dan impedansi rendah untuk shale dan coal
=====================
View/DownLoad Full Paper
=====================




